Berita  

550 Relawan SPPG Ikuti Pelatihan Hygiene Sanitasi Makanan di Purwakarta

Exif_JPEG_420

PINTUJABAR.COM || PURWAKARTA – Forum Komunikasi Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar Pelatihan Hygiene dan Sanitasi Makanan bagi Penjamah Makanan SPPG di Gedung Yudistira, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan standar keamanan pangan di dapur-dapur SPPG.

Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 550 peserta yang merupakan relawan penjamah makanan dari 12 hingga 20 SPPG yang tersebar di wilayah Purwakarta dan sekitarnya.

Para peserta dibekali pengetahuan serta praktik terkait kebersihan, sanitasi, dan pengolahan makanan yang aman.

Perwakilan Yayasan Dapur Istimewa, Saepudin, mengatakan bahwa pelatihan penjamah makanan menjadi syarat utama dalam pengajuan dokumen Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG.

Baca juga :  Dari Jalan Tol ke Panggung Rest Area KM 72 dan Stand-Up Comedy

“Setiap dapur SPPG minimal harus memiliki 25 orang relawan yang tersertifikasi sebagai food handler atau penjamah makanan. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam kelengkapan dokumen SLHS,” ujar
Saepudin kepada wartawan.

Selain pelatihan, SPPG juga diwajibkan menjalani uji laboratorium, yang meliputi pemeriksaan air, makanan, serta uji usap dubur dan peralatan dapur. Seluruh tahapan tersebut merupakan syarat kelayakan operasional dapur SPPG dan PPG.

Saepudin menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini juga menjadi bagian dari percepatan penyelesaian dokumen yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan, SPPG dinilai siap beroperasi sesuai ketentuan.

Menurutnya, setelah dokumen dimiliki, SPPG akan dinyatakan memiliki kompetensi yang layak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Selain SLHS, dapur SPPG juga harus menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai pengendalian keamanan pangan.

Baca juga :  Sat Lantas Polres Purwakarta Gencar Sosialisasikan Mudik Aman, Keluarga Nyaman

“Relawan dapur adalah pihak yang bersentuhan langsung dengan proses produksi, alat makan, hingga penyajian makanan kepada anak-anak. Karena itu, pemahaman tentang food handler sangat penting untuk menjamin keamanan pangan,” jelasnya.

Saepudin berharap Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab relawan dalam menjaga kualitas makanan, sehingga makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan sesuai standar gizi.

“Melalui pelatihan ini, seluruh SPPG di Kabupaten Purwakarta dapat memenuhi standar BGN dan berkontribusi dalam penyediaan makanan bergizi serta aman bagi anak-anak sebagai penerima manfaat.”pungkasnya (Tedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *