PINTUJABAR.COM || PURWAKARTA – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Purwakarta periode 2026–2029 resmi dilantik di Bale Sawala Yudistira, Sabtu (7/2/2026).
Kepengurusan baru ini menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya pengusaha muda yang berorientasi industri dan mampu menangkap peluang investasi yang masuk ke daerah.
Ketua Umum BPC HIPMI Purwakarta, Arief R.F., menyampaikan bahwa Purwakarta kini telah bertransformasi menjadi daerah industri dengan realisasi investasi mencapai Rp12,47 triliun pada tahun 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi peluang bagi pengusaha lokal untuk berkembang dan naik kelas.
“Purwakarta bukan lagi kota pensiun, melainkan kota industri. Kita harus memastikan bahwa dampak investasi itu benar-benar dirasakan oleh putra-putri daerah, bukan hanya oleh pihak luar,” ujar Arief usai pelantikan.
Arief menegaskan, salah satu fokus utama kepengurusannya adalah mendorong lahirnya Pengusaha baru di sektor industri.
Para pengusaha muda, kata dia, harus mulai mengubah pola pikir dari sekadar pelaku usaha skala kecil menjadi pelaku industri yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Saya ingin teman-teman HIPMI bermental industri. Tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi berani berkolaborasi dan memperluas jaringan usaha,” katanya.
Arief juga menilai, posisi strategis Purwakarta yang terintegrasi dengan kawasan industri Jawa Barat menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. HIPMI, lanjutnya, akan menjadi wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi para anggotanya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, yang turut hadir dalam pelantikan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis BPC HIPMI Purwakarta.
Ia menegaskan bahwa HIPMI secara nasional berkomitmen menjadi lokomotif pertumbuhan kelas menengah pengusaha muda Indonesia.
Radityo mencontohkan, melalui ajang HIPMI Business Forum pada Oktober 2025, lebih dari 1.000 pengusaha muda dari berbagai daerah berhasil dipertemukan dalam forum kolaborasi bisnis dan investasi.
“Kontribusi UMKM terhadap PDB nasional sudah lebih dari 60 persen. Namun sebagian besar masih berada pada level mikro dan kecil. Tantangan kita adalah mendorong mereka naik kelas menjadi pelaku usaha menengah dan besar,” ujarnya mengutip pernyataan Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Buchari.
Khusus untuk Purwakarta, Radityo berharap BPC HIPMI dapat berperan sebagai inkubator bisnis yang menjembatani pengusaha lokal dengan akses pasar, teknologi, serta permodalan.
“Kolaborasi antara pengusaha muda, lembaga keuangan, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi pelantikan pengurus HIPMI dan menyambut baik visi penguatan sektor industri berbasis pengusaha lokal.
Om Zein menekankan pentingnya sinergi agar investasi yang masuk mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita perlu memastikan bahwa perputaran ekonomi dari investasi tersebut juga terjadi di Purwakarta. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Bupati.
Om Zein juga mengajak pelaku usaha, khususnya di sektor kecil dan menengah, untuk memprioritaskan penggunaan produk dan jasa dari pemasok lokal. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat sektor pertanian, UMKM, serta meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung pengembangan ekosistem bisnis lokal melalui kebijakan dan fasilitas yang mendorong pertumbuhan usaha.
“Kita harus bersama-sama membangun Purwakarta menjadi daerah dengan ekonomi yang kuat, mandiri, dan inklusif,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut menetapkan susunan kepengurusan lengkap BPC HIPMI Purwakarta periode 2026–2029 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan organisasi. Acara ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya dan sesi foto bersama. (Td)
