Budaya  

Kades Dangdeur Gaungkan Pelestarian Budaya Lewat Mipit Nyi Pohaci

PINTUJABAR.COM || PURWAKARTA – Tradisi Mipit Nyi Pohaci kembali digelar di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Kepala Desa Dangdeur, Tatang Taryana, Kamis (11/02/26).

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas DPMD Purwakarta, Camat Bungursari para kades se-kecamatan Bungursari, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi, serta warga setempat.

Prosesi mipit yang merupakan bagian dari tradisi panen padi masyarakat Sunda itu digelar secara khidmat.

Sejumlah rangkaian ritual adat ditampilkan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus upaya menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai jarang dilakukan.

Kepala Desa Dangdeur, Tatang Taryana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah desa dalam melestarikan budaya Sunda yang kini mulai berkurang peminatnya, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca juga :  Polres Purwakarta Isi Sosialisasi PTSL Di Kecamatan Jatiluhur

“Kita memelihara budaya-budaya Sunda yang hari ini sudah mulai berkurang peminatnya. Karena itu saya membina anak-anak pemuda-pemudi di Desa Dangdeur agar belajar mencintai budaya sendiri,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, pelestarian budaya harus dibarengi dengan penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, pemuda dinilai perlu diarahkan pada kegiatan yang positif dan membangun.

“Kita tahu sekarang ini zamannya media sosial. Jangan sampai anak-anak muda terkontaminasi hal-hal negatif. Maka pemerintah desa menciptakan ruang agar mereka bisa berkreasi dalam kegiatan yang positif, salah satunya melalui budaya,” katanya.

Tatang menjelaskan, dalam tradisi Sunda terdapat sejumlah ritual yang berkaitan dengan siklus pertanian, mulai dari sebelum panen hingga saat panen berlangsung.

Baca juga :  SMPN 4 Purwakarta Berjaya di MGMP PJOK Cup XV, Sapu Bersih Gelar Juara!

Tradisi mipit menjadi simbol penghormatan terhadap Nyi Pohaci sebagai lambang kesuburan dan sumber kehidupan dalam budaya Sunda.

Ke depan, Pemerintah Desa Dangdeur berencana mengembangkan kegiatan tersebut agar memiliki nilai tambah, termasuk potensi menjadi daya tarik wisata budaya yang terintegrasi dengan Pasar Sasanggaran.

“Ke depan mungkin bisa dikembangkan menjadi objek wisata budaya dan terintegrasi dengan Pasar Sasanggaran, sehingga ada kesinambungan antara kegiatan ekonomi dan pelestarian budaya,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan Mipit Nyi Pohaci tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk tetap menjaga, mencintai, dan melestarikan budaya Sunda di tengah arus modernisasi. (Td)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *