Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya di Purwakarta, Dinas Pendidikan Perkuat Pelestarian Bahasa Sunda

PINTUJABAR.COM || PURWAKARTA – Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya kembali digelar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sebagai agenda tahunan dalam upaya melestarikan bahasa, sastra, aksara, dan budaya Sunda di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Yudistira Pemkab Purwakarta, Kamis (07 /05/26) yang digagas oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta yang dipimpin Yayan Mulyana, dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Acara ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap bahasa daerah di tengah perkembangan zaman modern.

Pada tahun ini, peringatan Poé Basa Indung Sadunya diramaikan dengan berbagai kegiatan edukatif dan budaya yang melibatkan pelajar SMP se-Kabupaten Purwakarta.

Baca juga :  Universitas Islam DR. Khez Muttaqien Purwakarta Gelar Wisuda Perdana

Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian ialah panen karya Duta Basa Indung yang menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, kemampuan berbahasa, serta pemahaman terhadap budaya Sunda.

Selain itu, Pasanggiri Duta Basa Indung yang telah dilaksanakan sebelumnya juga menjadi bagian dari support system dalam mengevaluasi implementasi Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda selama satu tahun terakhir.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi bahan refleksi bagi Dinas Pendidikan dan para guru Bahasa Sunda untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Kabupaten Purwakarta sendiri telah memiliki Peraturan Bupati Nomor 75 Tahun 2023 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa mata pelajaran Bahasa Sunda wajib diajarkan mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs di seluruh wilayah Purwakarta.

Baca juga :  Polres Purwakarta Kenalkan Tugas Kepolisian kepada Anak-anak TK Melalui Program Polsanak

Dengan adanya kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sebagai leading sector terus melakukan berbagai langkah strategis guna mengoptimalkan penerapan kurikulum Bahasa Sunda di lingkungan pendidikan. Langkah itu dilakukan agar bahasa daerah tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Acara Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya dibuka langsung oleh Saepul Bahri Binzein. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa bahasa ibu di Purwakarta memiliki keberagaman tersendiri karena masyarakatnya berasal dari berbagai latar belakang dan pendatang yang heterogen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus kekuatan dalam menjaga eksistensi bahasa Sunda sebagai identitas budaya daerah.

Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tetap bangga menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga :  Kolaborasi Laboratorium Akustik ITB, Kairos Multi Jaya Gelar Workshop Integrasi Akustik Bangunan dan Profesional Audio

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah menegaskan pihaknya akan kembali mengembangkan program penggunaan Bahasa Sunda setiap hari Rabu di lingkungan sekolah.

Program tersebut dinilai penting agar bahasa Sunda tidak hilang dan tergerus perkembangan zaman.

Sadiyah juga mengingatkan bahwa apabila pelestarian bahasa daerah tidak dijaga sejak sekarang, dikhawatirkan dalam 20 tahun mendatang anak-anak sudah tidak lagi mengenal bahasa daerahnya sendiri, khususnya Bahasa Sunda.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Sunda melalui dunia pendidikan. (Td)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *