PINTUJABAR.COM || PURWAKARTA – SD Islam Al-Ghozali menggelar kegiatan Wisuda Hifdzil Qur’an bertema “Al-Qur’an di Dada, Adab dalam Perbuatan Menjadikan Hafidz sebagai Teladan Anti Bullying” Tahun Ajaran 2025-2026 di Gedung Yudistira Pemkab Purwakarta, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi puncak dari rangkaian program tahfidz yang selama ini dijalankan sekolah dalam membentuk generasi Rabbani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan dan akhlak.
Guru Bidang Tahfidz SD Islam Al-Ghozali, Muhammad Rizik Alfajri, menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfidz rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencetak generasi Qurani.
“Alhamdulillah, sebetulnya kita melaksanakan kegiatan ini tahun ke tahun karena memang kita berkomitmen untuk membentuk generasi Rabbani yang cerdas pikir dan juga cerdas zikir,”
“Ini bagian dari bentuk misi dan implementasi daripada cerdas zikir itu sendiri melalui program penguatan hafalan Qur’an, sidang munaqosah, dan sekarang ditutup dengan wisuda tahfidz sebagai puncak acara,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam wisuda tersebut, para peserta merupakan santri yang telah menyelesaikan hafalan pada kategori juz 26, 27, 28, 29, dan 30. Sebelum mengikuti wisuda, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani proses sidang munaqosah sebagai bentuk evaluasi kemampuan hafalan Al-Qur’an.
Rizik menjelaskan, wisuda bukanlah akhir dari proses menghafal Al-Qur’an, melainkan gerbang awal untuk terus memperkuat hafalan dan menjaga kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an.
“Ini bukan acara terakhir atau agenda terakhir anak-anak. Setelah wisuda bukan berarti hafalannya selesai lalu tidak dimurojaah lagi. Justru ini bagian dari proses,”
“Anak-anak diberikan sertifikat secara legal bahwa mereka sudah melalui proses pembelajaran selama satu tahun dengan menyelesaikan target hafalannya masing-masing,” katanya.
Sebanyak 65 peserta mengikuti wisuda tahfidz tahun ini, terdiri dari 20 peserta ikhwan dan 45 peserta akhwat. Para peserta berasal dari berbagai tingkatan kelas, mulai kelas 2 hingga kelas 6 SD.
Menurut Rizik, program tahfidz di SD Islam Al-Ghozali tidak dibatasi berdasarkan jenjang kelas, melainkan menyesuaikan kemampuan dan percepatan hafalan masing-masing siswa.
“Karena memang tidak per kelas, melainkan anak-anak yang memang bisa berakselerasi. Misalkan targetnya selesai di kelas 4, ternyata sebelum kelas 4 sudah selesai, maka mereka bisa ikut wisuda lebih cepat. Jadi pesertanya dari kelas bawah sampai kelas atas ada,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menjadi penghafal ayat Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami isi kandungannya serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjadi teladan dalam sikap dan perilaku anti bullying di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Di tengah tantangan zaman sekarang, bukan sekadar hafalan ayat saja yang diajarkan kepada anak-anak, tetapi juga proses memahami isi ayatnya, implementasinya, dan yang paling utama adalah menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an,” pungkasnya. (Tedi)
