PINTUJABAR.COM || PURWAKARTA – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan halal bihalal yang digelar Jalal Abdul Nasir bersama kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan para sahabat H. Jalal se-Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat semangat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam acara tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kabupaten Purwakarta, Arief Kurniawan, menegaskan bahwa perjuangan PKS sejak awal bukan semata-mata untuk kepentingan politik elektoral, melainkan sebagai bagian dari gerakan dakwah.
“Mereka mengedepankan dakwah. Jadi sejak awal kita bekerja bukan semata-mata urusan pemilu. Bukan urusan politik semata. Kita bekerja untuk dakwah,” ujar Arief dalam sambutannya.
Menurutnya, dakwah merupakan upaya mengajak masyarakat kepada kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan. Ia menilai sosok H. Jalal Abdul Nasir memiliki komitmen besar dalam memperkuat dakwah di tengah masyarakat Purwakarta.
“Karena Haji Jalal ini intens dan luar biasa dalam mengajak kepada kebaikan, maka perjuangan dakwah PKS di Purwakarta mendapat dukungan penuh dari beliau. Sebagai salah satu kekuatan penopang dakwah PKS di Purwakarta, Haji Jalal memberikan support yang luar biasa,” katanya.
Dalam pidatonya, Arief juga mengingatkan seluruh kader agar menjaga loyalitas dan kekompakan bukan hanya karena kepentingan politik, tetapi karena tujuan perjuangan dakwah yang berorientasi akhirat.
“Tadi slogannya apa? Setia, semangat terus, kompak. Tapi pertanyaannya, sampai kapan? Kalau hanya bicara politik, saya ragu. Hari ini setia, besok bisa kecewa. Tapi kalau konsepnya dakwah, maka itu harus menghujam. Karena tujuan kita bukan dunia, melainkan akhirat,” ungkapnya.
Arief menegaskan bahwa jabatan dan kursi politik hanyalah bonus perjuangan. Menurutnya, yang paling utama adalah konsistensi dalam mengajak masyarakat kepada kebaikan.
“Ngajak orang berbuat baik itu pahala. Kursi itu bonus. Jabatan itu bonus,” tegasnya.
Arief juga menyampaikan harapannya agar kader-kader PKS di Purwakarta dapat terus berkembang dan mendapat amanah di parlemen pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan nanti ada Ustaz Patria masuk parlemen, Ustaz Aziz masuk parlemen, Ustaz Mas Huda masuk parlemen, Ustaz Dilan masuk parlemen, Ustaz Akur juga mudah-mudahan masuk parlemen,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kekuatan utama PKS terletak pada budaya pertemuan rutin dan pembinaan kader yang terus dijaga secara istiqamah.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan sederhana seperti silaturahmi, membaca Al-Fatihah dan Yasin bersama, hingga mendengarkan arahan pembimbing merupakan bagian penting dari penguatan dakwah.
“Itulah yang harus dijaga oleh seluruh tim Haji Jalal: keberlanjutan pertemuan rutin setiap pekan. Itu tulang punggung dakwah PKS,” katanya.
Di akhir sambutannya, Arief menegaskan dukungan Fraksi PKS terhadap berbagai program yang dijalankan H. Jalal Abdul Nasir selama bertujuan memperkuat persatuan dan keberlanjutan dakwah di tengah masyarakat.
“Karena itu kami dari Fraksi PKS sangat mendukung program-program Haji Jalal dalam bentuk apa pun, selama berbuah pada persatuan hati dan keberlanjutan dakwah melalui pertemuan rutin pekanan,” pungkasnya. (Td)







